Gambar yang bagus bukan diperolehi kerana kita bernasib baik tetapi lebih kepada cara kita mengambil sesuatu gambar. Untuk kita yang baru bermula memang sukar untuk memikirkan semua langkah yang harus difikirkan sebelum mengambil gambar. Tetapi dengan latihan yang berkesinambungan, kita akan dapat melakukannya dengan baik. Mari sama-sama mempelajari langkah-langkan ini.

 

#Mendapatkan subjek yang menarik

Cubalah untuk memilih subjek yang menarik, misalnya di jalan-jalan yang sibuk, usahakan mengambil gambar potret dari orang, sebuah bangunan, kenderaan atau sesuatu aktiviti. Berhati-hatilah untuk tidak memasukkan terlalu banyak elemen dalam gambar tersebut. Terlalu banyak elemen akan membuat orang yang melihat gambar menjadi bingung tentang apa yang ingin Anda sampaikan.

potret

Gambar menunjukkan subjek (perempuan) sedang berniaga. (Potret Jalanan)

 

 #Kualiti dan arah cahaya

Mengetahui kualiti dan arah cahaya sangat memperngaruhi suasana gambar. Secara umum, ada tiga jenis cahaya

Cahaya (hard light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif kecil / terkonsentrasi. Misalnya: cahaya matahari, lampu kilat kamera, senter.

Cahaya (soft light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif besar. Contohnya soft box, reflektor, permukaan langit-langit.

Yang terakhir adalah cahaya yang menyebar (diffused light). Cahaya model ini berasal dari sumber cahaya yang relatif sangat besar. Misalnya langit di saat mendung atau tertutup awan.

Arah cahaya (depan, belakang, samping, atas, bawah) juga merupakan aspek yang penting untuk memberikan kesan tertentu. Perhatikan baik-baik arah dan kualiti cahaya.

 a3

 

#Komposisi

Langkah pertama dalam membuat komposisi yang baik adalah bermula dari memilih latar belakang. Latar belakang yang bersih  adalah langkah awal yang baik. Kemudian posisikan subjek dalam lapisan-lapisan. Aturlah sedemikian rupa sehingga komposisi gambar kelihatan menarik.

Jika kita baru bermula dalam fotografi, Kita biasanya dapat mempelajari rumus-rumus komposisi sebagai acuan. Banyak aturan komposisi yang boleh membantu kita membuat komposisi yang menarik seperti rule of thirds, golden rasio, skala dan lain-lain.

cat-rule-of-thirds

Gambar ini menunjukkan komposisi ‘Rule of Thirds’

 

#Pilih bukaan / aperture

Bukaan lensa menentukan berapa banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera. Bukaan juga mengatur kedalaman fokus (depth of field). Semakin besar bukaan lensa, semakin tipis kedalaman fokus dan sebaliknya. Kita harus menentukan apakah foto yang kita ambil memiliki kedalaman fokus yang tipis atau dalam.

Secara umum untuk gambar potret, kita ingin kedalaman fokus yang tipis sehingga potret tersebut terlihat lebih artistik, sehingga bukaan yang kita pilih seharusnya besar. Tapi kalau kita mengambil gambar pemandangan, kita biasanya ingin semua elemen dalam gambar terlihat jelas dan fokus, maka bukaan yang kita pilih seharusnya kecil.

 Aperture scale

 

#Pilih kecepatan rana / shutter speed

Kemudian, kita harus menentukan apakah kita mau membekukan subjek gambar, atau merakam pergerakan subjek. Bila kita ingin membekukan subjek, kita harus dengan mengeset shutter speed dengan teliti.

Untuk mencegah blur karena tangan + kamera kita bergoyang, kita juga harus mengikuti aturan 1 / ukuran fokal lensa. Kemudian kita amati berapa cepat subjek gambar bergerak. Subjek gambar yang bergerak dengan kecepatan tinggi memerlukan kecepatan rana yang sangat cepat.

shutter speed

 

#Memilih lensa dan fokal lensa yang optimal

Tidak semua lensa itu menghasilkan hasil yang sama. Ada lensa lebar, lensa standard dan lensa telefoto. Setiap fokal lensa memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Lensa lebar memberikan kesan dimensi, distorsi, dan kedalaman fokus yang dalam. Di lain pihak, lensa telefoto membuat gambar menjadi dua dimensi (efek kompresi), membuat kedalaman fokus menjadi tipis dan membesarkan subjek yang jauh.

Cubalah mengambil gambar dengan lensa yang berbeza-beza dan fokal lensa yang berbeza-beza untuk semakin memahami efek-efek yang ditimbulkan tiap-tiap lensa.

lens type

 

#Tentukan exposeure yang optimal

Kamera biasanya menentukan secara auto tahap cahaya yang optimal. Tapi kadang setting yang dibuat kamera tidak sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, bila kita ingin membuat gambar low key (gambar yang bersuasana gelap) atau high key (gambar bersuasana terang), kita harus mengatur setting kamera sendiri supaya optimal.

Tentukan setting exposure kamera tergantung dari hasil akhir yang Anda visualisasikan dengan mode manual atau gunakan fungsi kompensasi exposure, saat mengunakan setting auto atau semi auto (P,S,A)

 

#Timing

Putuskan juga apakah waktu dalam pengambilan gambar penting atau tidak. Untuk gambar still life (subjek tidak bergerak), timing mungkin tidak terlalu penting. Tapi untuk candid terutama gambar olahraga, timing menjadi sangat penting. Bila demikian, berlatihlah untuk mendapatkan gambar dengan timing yang tepat. Latihan antisipasi, kesabaran dan kuasailah kamera/alat fotografi Anda sehingga dapat mengambil gambar dengan timing yang optimal

Itu antara langkah yang perlu diambil kira sekiranya yang sedang belajar atau baru dalam fotografi. Sama-sama lah kita mencuba dan lihat hasil yang kita dapat kemudian compare kan dengan gambar yang sebelumnya..Gambar berkualiti idaman setiap jurugambar..

#SELAMAT MENCUBA >_^